EUROTRIP #6: VENEZIA, MUTIARA ITALIA

0
179
VENEZIA, MUTIARA ITALIA

Venezia, alah satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi di Eropa. Kota yang mengambang diatas air ini terletak di Italia Utara. Venezia yang romantis ini dikenal dengan banyak nama, seperti kota air, kota gondola, dan kota jembatan. Venezia atau Venice sangat terkenal, sebuah destinasi wisata favorit traveler dunia. Selain itu, kota seribu kanal ini juga sering dijadikan lokasi syuting film, yang teranyar adalah film James Bond. Tak luput pula, ketika mendengar ‘Venezia’, langsung mengingatkan kita pada sebuah nama, Marco Polo. Ia seorang pedagang asal kota ini yang berdiwana hingga negara Asia.

Kami *check out* dari Tower Inn hotel pada pukul 8.00 pagi waktu Italia, kami berangkat dengan riang menuju Venezia, salah satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi di negaranya Valentino Rossi ini. Rasanya tidak sabar, ingin segera tiba disana. Diperkirakan butuh waktu empat jam untuk sampai disana, belum lagi diselingi jam rehat dan makan siang di *gas station.*

Bus kami terus berjalan, lancar, tanpa halangan berarti. Saya memandangi langit, cuaca tampak mendung, di kejauhan terlihat gerombolan awan abu-abu kehitaman, saya pikir ini bakal hujan atau bahkan badai. Lalu, saya buka aplikasi prakriraan cuaca pada *smartphone*, disitu disebutkan bahwa kawasan Venezia sedang hujan dengan suhu lingkungan mencapai 10oC. Saya, juga teman-teman saya waswas, takutnya sampai di Venezia kami tidak dapat menikmati dengan sempurna kota romantis tersebut.

Pemandangan kiri-kanan jalan sungguh luar biasa, kebun gandum, anggur, bunga matahari, dan bangunan-bangunan khas Italia tersaji begitu indah. Kami sangat menikmati panorama Italia, yang unik, dan tak terlupakan.

Perjalanan ke Venezia, akhirnya semakin dekat untuk tiba. Begitu dekat, kami mulai melihat kapal-kapal, boat-boat kecil, perahu, hingga nuansa yang begitu terasa suasana kota pelabuhan. Kemudian, di depannya lagi, di kiri jalan terlihat stasion kereta api, Santa Lucia.

Kemudian kami melewati sebuah jembatan, di sebelah kiri mulai tampak pulau-pulau kecil, beberapa menit ke depannya lagi, di sebelah kanan, tampaklah kota Venezia! Kota yang sangat indah, berada dalam terusan perairan laut Adriatik. Tepatnya, kota Venezia terletak pada sebuah lagoon, yang disebut Laguna Veneta. *Lagoon* itu sendiri merupakan suatu area perairan laut yang masuk ke wilayah daratan, yang di batasi pulau-pulau kecil.

Cuaca benar-benar hujan, lebih dari gerimis. Tampak diatas permukaan air seperti adanya kabut tipis, bangunan-bangunan kuno berusia ratusan tahun tampak begitu romantis dalam suasana seperti ini. Kami turun dari bus, cuaca dingin segera menyergap, seolah ingin menawan kami dalam kepungannya. Kami membuka payung-payung kami, tapi angin dari luatan menggoda kami, mencoba hempaskan payung-payung kami. Sekali waktu ia berhembus pelan, seolah ia sedang bermain-main dengan pendatang baru. Kami terus berjalan menyusuri sebuah jalan, tak peduli pada sergapan dingin dan godaan angin. Jalan ini berujung pada pelabuhan menuju pulau-pulau.

Di sepanjang jalan itu, berjejer kios-kios yang menjual pernak-pernik, topi, syal, jaket, dan aneka dagangan lainnya. Seperti di Pisa, di sini kembali saya mendengar bahasa Indonesia, “Ayo bapa, ibu.. mura mura. Tiga sapuluh. Tiga sapuluh”. Mereka tahu betul kami dari Indonesia, he he.. Saya mampir pada kios ketujuh sebelah kiri, penjualnya seorang Tiongkok, disitu saya membeli sebuah kupluk bertulis ‘Venezia’.

Sampai kami pada pelabuhan, kami menaiki sebuah transportasi air atau *waterbus,* yang dinamakan *Vaporetto. Ia pun melaju melalui kanal utama, membelah air yang berombak tinggi, pertanda angin diluar cukup kencang. Hujan semakin deras, *Vaporetto* begoyang kiri-kanan. Saya sangat takjub dengan suguhan keindahan, keunikan bangunan kuno yang bercat aneka warna, burung-burung pelikan terbang kesana-kemari. Saya terkesima, saya merasa sangat beruntung dapat datang ke tempat ini, lokasi yang diidam-idamkan pelancong sedunia.

Kami akan menuju Piazza San Marco atau St Mark’s Square, merupakan sebuah gedung plus alun-alun sebagai simbol kota Venice, dan memiliki menara yang cukup tinggi. Di sekitar tempat itulah, kegiatan wisata kami berpusat. Setelah turun dari *vaporetto,* kami melewati beberapa jembatan. Melewati sebuah jembatan berarti melewati sebuah pulau, dan masuk ke pulau lainnya. Pembatas pulau-pulau tersebut adalah kanal-kanal. Melalui kanal-kanal inilah *gondolier* mengayuh gondolanya, membawa para traveler berkeliling Venezia yang terdiri dari 117 pulau kecil.

Kami tiba di alun-alun, hujan mulai tipis, tapi angin dingin bertiup kencang, pelikan dan merpati hilir mudik di palataran alun-alun. Beberapa *traveler* memberi mereka makanan berupa jagung, dan biji-bijian.

Kami menyusuri lorong-lorong di antara bangunan-bangunan. Di kiri kanan lorong itu, banyak sekali toko-toko yang menjual branded fashion, seperti Hugo Boss, Versace, D&G, dan berbagai merek lainnya. Selain itu, banyak juga *coffee shop* dan restoran-restoran. Juga ada Hard Rock di belakang bangunan utama, di dekat pangkalan gondola.

Berhubung telah berada di Eropa, kami tak ingin melewatkan shopping barang-barang bermerk dengan harga jauh lebih murah ketimbang kita beli di Tanah Air. Selain itu, kita juga akan mendapatkan *tax refund* antara 10-15%, yang nantinya dapat kita klaim di bandara sebelum pulang ke Indonesia. Kami juga menikmati sensasi minum kopi di Venezia, pada sebuah toko yang menghadap alun-alun. Sungguh luar biasa berada disini, saya pun teringat film James Bond. Mereka syuting disini, dan disinilah kami berada. Ya, di Venezia!

Hari menjelang sore, ombak masih bergolak, mengalun tinggi ke dalam kanal-kanal, sehingga tidak satupun gondola beroperasi. Pupus sudah harapan kami menaiki gondola, kecewa? Iya pasti. Tapi bagaimanapun kita harus menerima keadaan, mungkin kami belum beruntung saat ini. Dengan demikian, saat itu juga saya menanam benih niat untuk kembali kesini nanti suatu hari. Menikmati kembali keindahan Venice dengan segala pesona dan romantismenya, sekaligus bercengkrama dalam gondola bersama sang kekasih. Semoga. [rp]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here